‎ ‎ Hina Pemimpin Kartel di Media Sosial, YouTuber Meksiko Tewas Ditembak - ARSIP TRAGEDI

Hina Pemimpin Kartel di Media Sosial, YouTuber Meksiko Tewas Ditembak

Hina Pemimpin Kartel di Media Sosial, YouTuber Meksiko Tewas Ditembak

Meksiko, 18 Desember 2017 — Popularitas di media sosial mengantarkan Juan Luis Lagunas Rosales, yang dikenal dengan nama “El Pirata de Culiacán, menjadi sosok terkenal di internet. Namun, di usia yang baru 17 tahun, kehidupan yang dipenuhi pesta, alkohol, narkotika, senjata, dan pernyataan kontroversial itu berakhir tragis.

Pada Senin malam, 18 Desember 2017, Lagunas dibunuh dalam sebuah serangan bersenjata di bar Menta2 Cántaros, kawasan Los Cajetes, Zapopan, Jalisco. Sekelompok pria bersenjata memasuki tempat tersebut dan langsung mengarahkan tembakan kepada Lagunas. Ia dilaporkan terkena sedikitnya 15 peluru, sementara laporan jaksa Jalisco menyebut jumlahnya mencapai 18. Identitasnya kemudian dipastikan melalui tato yang terdapat di tubuhnya.

Lagunas berasal dari Sinaloa dan tumbuh dalam kondisi keluarga yang sulit. Menurut laporan The Washington Post, ia tidak pernah mengenal ayahnya dan sejak kecil diasuh oleh neneknya. Pada usia 15 tahun, ia meninggalkan kampung halamannya dan pindah ke Culiacán, tempat ia sempat bekerja sebagai pencuci mobil. Di kota itulah nama “El Pirata de Culiacán” mulai dikenal.

Ketenarannya muncul dari video-video yang memperlihatkan dirinya mabuk, berpesta, memamerkan kemewahan, serta tampil bersama senjata dan orang-orang dari lingkungan yang dekat dengan dunia kriminal. Konten tersebut kemudian menyebar luas di Facebook, YouTube, dan Instagram.

Pada usia 17 tahun, ia telah memiliki lebih dari satu juta pengikut di Facebook dan lebih dari 300 ribu pengikut di Instagram. Popularitas itu bahkan membuatnya mendapat undangan tampil dalam acara, video musik, dan berbagai pesta.

Namun, salah satu videonya kemudian menjadi perhatian besar. Dalam rekaman yang beredar pada November 2017, Lagunas yang diduga sedang mabuk melontarkan penghinaan vulgar terhadap Nemesio Oseguera Cervantes alias “El Mencho”, pemimpin Cártel Jalisco Nueva Generación (CJNG).

Ucapan tersebut kemudian dikaitkan dengan kematiannya. Namun, pada saat pembunuhan terjadi, aparat belum memastikan bahwa serangan itu merupakan perintah langsung El Mencho. Jaksa Jalisco hanya menyatakan bahwa video penghinaan tersebut menjadi salah satu kemungkinan yang sedang diselidiki.

Malam itu, Lagunas baru saja tiba di bar ketika sejumlah pria bersenjata memasuki tempat tersebut. Mereka mendatangi meja tempat Lagunas berada dan melepaskan tembakan. Menurut laporan awal, sedikitnya lima pelaku membawa senapan berkekuatan tinggi. Pemilik bar juga terluka dalam serangan tersebut dan kemudian meninggal dunia. Para pelaku melarikan diri menggunakan kendaraan berwarna hitam.

Kematian Lagunas kemudian menjadi salah satu kisah paling mencolok mengenai persinggungan antara budaya media sosial dan kekerasan kartel di Meksiko.

CJNG, yang dipimpin El Mencho, saat itu telah berkembang menjadi salah satu organisasi kriminal paling kuat di Meksiko. Kelompok tersebut tidak hanya dikaitkan dengan perdagangan narkotika, tetapi juga aktivitas kriminal seperti pemerasan, penculikan, pencurian bahan bakar, dan perdagangan senjata. The Washington Post menyebut CJNG sebagai salah satu kartel yang berkembang paling cepat dan memiliki jaringan di berbagai wilayah Meksiko serta hubungan kriminal lintas negara.

Beberapa tahun setelah pembunuhan itu, laporan Milenio menyebut adanya informasi intelijen yang mengaitkan eksekusi Lagunas dengan Ricardo Ruiz Velasco alias “El Doble R”, yang saat itu disebut sebagai salah satu pimpinan wilayah CJNG di Tlaquepaque dan Zapopan. Namun, laporan tersebut juga menyatakan bahwa para pelaku pembunuhan belum ditangkap.

Kematian “El Pirata de Culiacán” terjadi ketika Meksiko sedang menghadapi salah satu periode kekerasan paling mematikan dalam sejarah modernnya. Dalam 10 bulan pertama 2017 saja, tercatat 20.878 kasus pembunuhan, atau rata-rata sekitar 69 pembunuhan setiap hari, menurut data yang dikutip Reuters oleh The Washington Post.

Lagunas meninggal ketika baru berusia 17 tahun. Ia memperoleh ketenaran dengan menjadikan kehidupan penuh pesta dan perilaku berisiko sebagai tontonan jutaan orang.

Pada akhirnya, kamera yang sebelumnya mengantarkan namanya menjadi terkenal justru menjadi bagian dari kisah yang jauh lebih kelam: seorang remaja yang membangun popularitas dari dunia maya, kemudian tewas dalam kekerasan dunia nyata yang selama ini hanya ia jadikan bagian dari citra dan kontennya.


DOKUMENTASI

⚠️ WARNING !  Tautan berisi dokumentasi video/foto mengenai kematian, kekerasan tingkat tinggi, dan peristiwa tragis lainnya. Disarankan untuk melihat dengan hati-hati dan bijak.

🎬 DOKUMENTASI GAMBAR (UNCENSORED):

⚠️ CATATAN !  Jika saat klik tautan mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang tuatannya untuk melihat video/foto tanpa sensor.

Membahas tentang kejadian kriminal, tragedi, dan berbagai macam peristiwa mengerikan yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Tulis Komentar

You might also like
Misteri Frog Boys Korea Selatan: 5 Anak Hilang pada 1991, Ditemukan Tewas 11 Tahun Kemudian

Misteri Frog Boys Korea Selatan: 5 Anak Hilang pada 1991, Ditemukan Tewas 11 Tahun Kemudian

Pria Ditembak Mati di Dalam Gym di São José dos Campos, Diduga Jadi Sasaran Pembunuh Bayaran

Pria Ditembak Mati di Dalam Gym di São José dos Campos, Diduga Jadi Sasaran Pembunuh Bayaran

Wanita Muda Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Kamar Kos Sangatta

Wanita Muda Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Kamar Kos Sangatta

Pembantaian Universitas Thammasat 1976: Ketika Mahasiswa Menjadi Korban Kekerasan Politik Thailand

Pembantaian Universitas Thammasat 1976: Ketika Mahasiswa Menjadi Korban Kekerasan Politik Thailand

Pembunuhan Takeoff: Akhir Tragis Sang Rapper Migos di Houston

Pembunuhan Takeoff: Akhir Tragis Sang Rapper Migos di Houston

Kematian Per Yngve “Dead” Ohlin: Akhir Tragis Vokalis Mayhem yang Menjadi Legenda Black Metal

Kematian Per Yngve “Dead” Ohlin: Akhir Tragis Vokalis Mayhem yang Menjadi Legenda Black Metal