‎ ‎ ‎ Sopir Taksi Online Ditemukan Tewas Terikat di Perkebunan Tebu Deli Serdang, Diduga Korban Perampokan - ARSIP TRAGEDI

Sopir Taksi Online Ditemukan Tewas Terikat di Perkebunan Tebu Deli Serdang, Diduga Korban Perampokan

Sopir Taksi Online Ditemukan Tewas Terikat di Perkebunan Tebu Deli Serdang, Diduga Korban Perampokan

Deli Serdang – Seorang pengemudi taksi online bernama Rian Alamsyah (25) ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di kawasan perkebunan tebu di Desa Bulu Cina, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).

Jasad Rian ditemukan dalam kondisi kaki terikat tali plastik. Polisi menduga korban menjadi sasaran perampokan yang kemudian berujung pada penganiayaan hingga meninggal dunia.

Kasus tersebut terungkap setelah warga menemukan jasad korban pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Sebelumnya, keluarga Rian sempat berusaha mencari keberadaannya setelah korban tidak kunjung pulang sejak meninggalkan rumah pada dini hari.

Berikut rangkaian fakta kasus tewasnya Rian Alamsyah yang dihimpun dari keterangan warga, keluarga, dan kepolisian:

1. Jasad Ditemukan Warga yang Sedang Mencari Rumput

Kepala Dusun 14 Krani Lama, Desa Bulu Cina, Sudarmanto (46), mengatakan jasad Rian pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang sedang mencari rumput di sekitar perkebunan tebu.

Lokasi penemuan berada di Dusun 22 Segitiga, Desa Bulu Cina. Saat ditemukan sekitar pukul 18.30 WIB, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

“Pertama kali yang menemukan itu warga saya, lagi ngarit di situ,” kata Sudarmanto saat dikonfirmasi pada Jumat (14/8/2026).

BACA JUGA: THE BLACK DAHLIA

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang. Petugas kepolisian datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan mengevakuasi jasad korban ke rumah sakit.

2. Korban Ditemukan dalam Kondisi Kaki Terikat

Saat ditemukan, tubuh korban dalam kondisi mengenaskan. Kedua kaki Rian terikat menggunakan tali plastik, sementara bagian tangannya tidak dalam kondisi terikat.

Sudarmanto juga melihat adanya tanda luka pada bagian kepala korban, tepatnya di bagian kening yang tampak memar.

“Iya, terikat pakai tali plastik. Kalau tangannya nggak terikat. Kalau luka ada di bagian kening itu memar,” ujarnya.

Kondisi tersebut memperkuat dugaan bahwa korban sempat mengalami kekerasan sebelum akhirnya meninggal dunia. Namun, penyebab pasti kematian masih menjadi bagian dari penyelidikan kepolisian.

3. Mobil dan Barang Korban Tidak Ada di Lokasi

Hal lain yang menjadi perhatian adalah tidak ditemukannya mobil milik korban di sekitar lokasi penemuan jasad.

Warga juga tidak menemukan barang-barang milik Rian lainnya di sekitar perkebunan tersebut.

Namun, terdapat sebuah ikat pinggang yang diduga bukan milik korban. Sementara ikat pinggang milik Rian masih berada di tubuhnya.

“Cuma di situ ada tali pinggang satu. Kalau tali pinggang dia (korban) masih di badan, cuma ada tali pinggang lain di situ,” kata Sudarmanto.

Polisi kemudian melakukan pemeriksaan terhadap lokasi untuk mengumpulkan barang bukti yang dapat membantu mengungkap kronologi kejadian.

4. Keluarga Sempat Melacak Keberadaan Rian

Sebelum jasad Rian ditemukan, keluarga sebenarnya sudah berusaha mencari keberadaannya.

Abang korban, Iqbal Mudhawar (29), mengatakan Rian meninggalkan rumah mereka di Jalan Banten Baru, Kecamatan Medan Helvetia, pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.

Namun, Rian tidak kunjung kembali ke rumah.

Sekitar pukul 06.00 WIB, ibu korban mencoba menghubungi dua telepon seluler milik Rian. Namun, tidak ada respons dari kedua perangkat tersebut.

Dua jam kemudian, sekitar pukul 08.00 WIB, ibu korban menghubungi Iqbal dan menanyakan keberadaan adiknya.

Iqbal kemudian berusaha melacak dua perangkat milik Rian, yakni ponsel Android dan iPhone. Dari pelacakan tersebut, keluarga mendapatkan sejumlah titik lokasi yang berbeda.

Ponsel Android Rian terdeteksi berada di kawasan Timbangan Lama, Medan Labuhan. Sementara iPhone milik korban terdeteksi berada di kawasan Medan Belawan.

Keluarga kemudian mencoba mendatangi sejumlah titik tersebut, tetapi tidak berhasil menemukan Rian.

“Jadi, kita dapat titik tiga maps yang berbeda. Mayat ditemukan di Bulu Cina, iPhone berada di Marine Kafe, dan Android berada di Labuhan,” ujar Iqbal.

Perbedaan lokasi tersebut membuat keluarga semakin kesulitan mengetahui keberadaan korban sebelum akhirnya mendapatkan kabar mengenai penemuan jasad.

5. Keluarga Mendapat Kabar dari Rekan Ayah Korban

Informasi mengenai kondisi Rian akhirnya diterima keluarga dari rekan ayah korban.

Iqbal mengatakan, rekannya sang ayah mendapatkan informasi melalui media sosial Facebook mengenai penemuan jasad seorang pria di Desa Bulu Cina.

Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada keluarga.

“Nggak lama, kawan Bapak dapat info dari Facebook bahwa adik saya sudah tidak ada, sudah wafat itu lokasinya di Bulu Cina,” kata Iqbal.

Keluarga selanjutnya memastikan informasi tersebut hingga akhirnya mengetahui bahwa jasad yang ditemukan di perkebunan tebu merupakan Rian.

6. Polisi Sebut Sejumlah Pelaku Telah Ditangkap

Dalam perkembangan penyelidikan, polisi menyebut telah mengamankan sejumlah orang yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Hamparan Perak, Ipda Revalino, mengatakan penangkapan dilakukan oleh Subdit Jatanras Polda Sumut.

Namun, Revalino belum dapat memastikan jumlah pelaku yang telah diamankan karena mereka langsung dibawa ke Polda Sumut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Informasinya begitu (sudah ditangkap). Cuma masih dibawa ke Polda,” kata Revalino.

Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun, pelaku diduga berjumlah lebih dari satu orang. Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui peran masing-masing pihak serta rangkaian kejadian yang menyebabkan korban meninggal dunia.

7. Korban Diduga Menjadi Sasaran Perampokan

Polisi untuk sementara menduga Rian menjadi korban perampokan.

Dalam peristiwa tersebut, korban diduga mengalami penganiayaan hingga akhirnya meninggal dunia. Dugaan tersebut masih terus didalami penyidik, termasuk terkait hilangnya kendaraan dan barang-barang milik korban.

“Kalau sementara itu diduga perampokan,” kata Revalino.

Pihak keluarga juga telah membuat laporan polisi terkait kasus tersebut.

Hingga kini, penyidik masih mendalami motif dan kronologi lengkap kasus, termasuk bagaimana Rian bisa berada di perkebunan tebu di Desa Bulu Cina, siapa saja yang terlibat, serta bagaimana kendaraan korban bisa berada di lokasi lain.

Kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga terus mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang menimpa Rian Alamsyah.


DOKUMENTASI VIDEO

⚠️ WARNING !  Link berisi dokumentasi video/foto mengenai kematian, kekerasan tingkat tinggi, dan peristiwa tragis lainnya. Disarankan untuk melihat dengan hati-hati dan bijak.

🎬 DOKUMENTASI VIDEO (UNCENSORED):

⚠️ CATATAN !  Jika saat klik link mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat video/foto tanpa sensor.

Membahas tentang kejadian kriminal, tragedi, dan berbagai macam peristiwa mengerikan yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Tulis Komentar

You might also like
Misteri Lagu Gaby “Tinggal Kenangan” dan Video Kecelakaan Tragis: Fakta di Balik Urban Legend yang Viral

Misteri Lagu Gaby “Tinggal Kenangan” dan Video Kecelakaan Tragis: Fakta di Balik Urban Legend yang Viral

THE BLACK DAHLIA

THE BLACK DAHLIA

Truk LPG Tabrak Honda Scoopy di Lombok Barat, Ibu dan Anak Tewas

Truk LPG Tabrak Honda Scoopy di Lombok Barat, Ibu dan Anak Tewas

Teknisi di Jepara Tewas Terbakar Saat Perbaiki Dinamo Blower di Kandang Ayam

Teknisi di Jepara Tewas Terbakar Saat Perbaiki Dinamo Blower di Kandang Ayam

Tragedi Tugu Tani 2012: Kronologi Kecelakaan Xenia Maut yang Menewaskan 9 Orang

Tragedi Tugu Tani 2012: Kronologi Kecelakaan Xenia Maut yang Menewaskan 9 Orang

Misteri Lima Pemuda Lagos de Moreno: Diculik Kartel, Dipaksa Saling Membunuh

Misteri Lima Pemuda Lagos de Moreno: Diculik Kartel, Dipaksa Saling Membunuh